Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2013

8 SIFAT MANUSIA

Empat sifat ahli surga yaitu :
1.wajah yang berseri
2.Hati yang selalu taqwa kepada Allah S.W.T dan melaksanakan perintah allah S.W.T
3.Lisan (berbicara) dengan baik,jagalah lisan.
4.Tangan yang pemurah (dermawan)

Empat sifat ahli neraka yaitu :
1.Wajah yang kusam
2.Hati yang Keras
3.Lisan(berbicara) yang kotor ,kata-kata yang menyakiti hati orang lain.
4.Pelit,Kikir,tidak suka bersadaqah

Selengkapnya...

Senin, 13 Februari 2012

Cinta dan Kasih Sayang

Hingga sekarang, masih banyak orang yang bingung untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang terhadap sesama. Saya tidak tahu apakah pengertian cinta atau kasih sayang untuk saat ini masih selalu dihubungkan dengan “hubungan antara pria dan wanita?”. Pengertian tersebut sangatlah sempit untuk mendeskripsikan suatu makna cinta dan kasih sayang.



Tuhan telah menciptakan makna cinta dan kasih sayang begitu luas dan dalam sebenarnya, terkadang manusianya saja yang selalu membatasi hatinya sendiri untuk memperoleh pengertian yang lebih luas.
Tuhan telah menyempurnaan penciptaan bagi setiap manusia untuk dikaruniai hati yang berfungsi sebagai konektor suatu kebaikan jalan Tuhan. Setiap hati manusia akan lebih berarti ketika lingkungan dari hati itu sendiri kita buka seluas-luasnya, karena jika kita mulai mencoba untuk membuka lingkungan yang mengitari hati dengan senyum, maka pengertian-pengertian kebaikan akan lebih mudah masuk untuk membesarkan hati kita.

Jika kita sudah mempersiapkan hati kita untuk menerima pengertian cinta dan kasih sayang yang lebih luas, kita akan menemukan pengertian cinta dan kasih sayang untuk sesama makhluk yang telah diciptakan Tuhan. Cinta dan kasih sayang adalah titipan Tuhan kepada kita untuk kita jaga dan kita rawat setiap hari agar berbuah suatu kebaikan yang membaikan. Cara yang paling sederhana adalah kita selalu mengekspresikanya. Waktu yang paling tepat dalam mengekspresikan cinta dan kasih sayang tidaklah ada, pengekspresian cinta dan kasih sayang seharusnya kita lakukan setiap saat, karena dengan kita melakukannya disetiap saat kita berarti selalu memupuk kebaikan yang nantinya akan memperbesar hati kita untuk memperoleh pengertian yang baik membaikan. Ekspresi paling sederhana adalah “Ucapkan Salam Ketika Bertemu Saudara-Saudara mu”.

Setiap orang terkadang meremehkan ucapan salam diantara sesama. Padahal jika kita telusuri lebih dalam, ucapan salam untuk sesama adalah ungkapan yang baik membaikan. Hal tersebut diindikasi disetiap salam yang diucapkan pasti membawa doa kepada Tuhan untuk saling dijaga dari suatu keburukan. Itulah ekspresi cinta dan kasih sayang yang paling ikhlas diantara sesama manusia. So, mari kuatkan hati untuk menerima pengertian yang lebih luas dan mulailah belajar untuk mengucapkan salam kepada sesama, karena ucapan salam adalah ekspresi cinta kasih sayang manusia yang paling ikhlas.
Selengkapnya...

Jumat, 19 Agustus 2011

Memburu 10 Hari Terakhir Ramadhan

Kita telah masuk pada penghujung bulan Ramadhan, berarti telah masuk pada sepertiga terakhir yang berisikan sepuluh atau barangkali hanya sembilan hari saja. Maha Benar Allah SWT ketika menyebutkan bahwa Tamu Agung Ramadhan hanyalah ayyaam ma’dudaat (beberapa hari yang telah ditentukan) cepat dan singkat, namun Ramadhan berisikan kemuliaan dan keberkahan yang luar biasa.

Kalangan ulama tafsir banyak yang menafsirkan ayat sumpah Allah SWT dalam surat al-Fajr bahwa layalin asyr(dan demi malam yang sepuluh) maksudnya adalah malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, walaupun banyak pula yang menafsirkan maksudnya adalah sepuluh malam bulan Dzulhijjah, ada pula yang mengatakan sepuluh hari pertama bulan Muharram, semua penafsiran bisa jadi benar, karena masing-masing mempunyai dalil-dalil yang mendukungnnya.
Pada hari-hari terakhir ini Baginda Nabi SAW bersiaga penuh mengisi malam-malamnya, sampai-sampai beliau mengasingkan diri dari isteri-isterinya, beriktikaf di dalam Masjid, beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT, sebagai kesempatan akhir “ngalap berkah” bulan Ramadhan. Tak heran seperti diriwayatkan oleh istri beliau Sayidah Aisyah bahwa Rasul SAW bersungguh-sungguh dalam beribadat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan yang tidak dilakukannya pada bulan-bulan yang lain.
Timbul pertanyaan mengapa demikian? Mengapa Nabi SAW mendorong umatnya untuk melipatgandakan ibadah dalam waktu tersebut? Jawabnya singkat, karena pada malam-malam bulan Ramadhan tersebut, terutama pada malam-malam yang ganjil terdapat malam Lailatul qadar, malam kemuliaan yang sangat istimewa yang semua orang berlomba memburunya, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagai bonus hadiah Tuhan bagi orang yang ikhlas mengabdi kepada-Nya.
Lailatul qadar ibarat benda elok yang sangat indah namun langka, tak heran jika tak mudah meraihnya, karena mahal harga belinya. Malam kemuliaan tersebut hanya dapat dibeli dengan pengorbanan jiwa raga, dengan amalan-amalan ibadah yang telah dituntun oleh Agama sepertimelakukan qiyamullail, berpuasa sesuai tuntunan, tilawah dan tadarus Al-Quran dengan tadabbur, berdoa, zikir, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, perbanyak sedekah serta amalan ma’ruf lainnya untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Lailatul qadar dirahasiakan, jelas sesuatu yang mahal dan langka tentu dirahasiakan dan tidak diobral, agar umat semangat berlomba memburunya, dan agar ibadat tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, namun pengabdian haruslah langgeng terus dilakukan semasih hayat masih kandung badan.
Merugilah kita yang luput dari peningkatan ibadah pada hari-hari sepuluh terakhir ini. Kebahagiaan mukmin sebenarnya bukan hanya karena akan mendapatkan bonus pahala lailatul qadar dan sejenisnya, namun kebahagiaan mukmin adalah saat dirinya mengabdi, mohon ampun, berserah dan tunduk kepada pencipta-Nya, karena itulah nikmat besar yang tiada taranya!
Selengkapnya...

Jumat, 05 Agustus 2011

Manfaat atau Fadhilah Sholat Tarawih Dari Malam Pertama Sampai Terakhir [Lengkap]

Berikut ini fadilah- fadilah shalat tarawih, semoga bermanfaat dan bisa menambah kita menjadi semangat untuk beribadah.




  1. Barang Siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam pertama ( 1Ramadhan ), Allah subhanahu wata'ala . akan mengampuni dosanya seperti bayi barudilahirkan ibunya.
  2. Barang siapa yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke 2, Allah subhanahu wata'ala Akan mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
  3. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 3,Malaikat akan memanggil dari bawah Arsy dan Allah akan mengampunidosa-dosanya terdahulu.
  4. Barang siapa yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke 4 , makapahalanya seperti pahala orang yang membaca kitab taurat,kitabjabur,kitab injil, dan Kitab Alqur'an
  5. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 5, Allahakan memberikan pahala seperti orang yang sholat dimasjidil haram danmasjidil aqso
  6. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 6 ,allah akan memberikan pahala seperti orang yang thowaf di baitul ma'murdan Allah akan mengampuni dosanya.
  7. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 7, allahakan memberikan pertolongan seperti pertolongan allah kepada nabi musaA.S dari fir'aun dan Hamman.
  8. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 8 ,allah akan memberikan pahala seperti pahala yang telah Allah berikankepada nabi Ibrahim 'alaihissalam
  9. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 9,Allah akan memberikan pahala seperti pahala ibadahnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihiwasallam
  10. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 10, Allah akan memberikan rizki kebaikan dunia akhirat.
  11. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 11,maka ketika ia keluar dari dunia seperti baru dilahirkan dari perutibunya.
  12. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 12,maka ia datang pada hari kiamat dan wajahnya seperti bulan purnama.
  13. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 13,maka ia akan datang pada hari kiamat diselamatkan dari setiap kejelekan.
  14. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 14,malaikat akan datang dan mereka bersaksi bahwa dia shalat tarawih. Makaallah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.
  15. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 15,malaikat rohmat , Arsy, dan kursy akan membaca shalawat kepadanya.
  16. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 16,Allah akan menulisnya bebas dari neraka dan masuk ke dalam surga .
  17. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 17.Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para nabi.
  18. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 18,Malaikat akan memanggilnya : "Wahai Hamba Allah, sesungguhnya AllahRidho pada engkau.
  19. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 19, Allah akan mengangkat derajatnya dalam surga firdaus.
  20. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 20,Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para sahabat.
  21. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 21,Allah akan membangun Rumah untuknya disurga yang terbuat dari cahaya.
  22. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 22, iaakan datang pada hari kiamat dan diselamatkan dari berbagai kesusahan.
  23. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 23, Allah akan membangun sebuah kota disurga untuknya.
  24. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 24, Allah akan mengabulkan dari 24 Doanya.
  25. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 25, Allah akan mengangkat baginya dari siksa kubur.
  26. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 26, Allahk akan mengangkat pahalanya selama 40 tahun.
  27. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 27, iaakan berjalan di jembatan shirothol mustaqim bagai kilat yang menyambar.
  28. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 28,Allah akan mengangkatnya 1000 (Seribu) derajat didalam surga.
  29. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 29, Allah akan mengabulkan 1000 (Seribu) Hajatnya.
  30. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 30,Allah berfirman, "Wahai Hambaku, makanlah dari buah buahan surga danmandilah disungai salsabil dan minumlah dari telaga kautsar" kemudianAllah Berfirman : " aku tuhanmu dan engkau hambaku.
Do'a Shalat Tarawih silahkan klik disini
    Selengkapnya...

    Jumat, 29 Juli 2011

    Marhaban Yaa Ramadhan ...

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Marhaban ya Syahru Ramadhan
    Marhaban Syahru Shiyami
    Marhaban ya Syahru Yuthahharu
    Marhaban Syahru Kitabi
    Marhaban ya Syahru Tawazun
    Marhaban Syahru Tadribat


    Taqaballahu Minna Wa Minkum
    Wa Shiamanna Wa Shiaminkum
    Taqaballahu Alaika Taqabal Yaa Kariim ..

    Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1426 H
    Mohon Maaf Lahir Bathin
    Selengkapnya...

    Kamis, 30 Juni 2011

    Keistimewaan Hari Jum'at (A Nizami)

    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.
    Di antara keistimewaan hari Jum'at adalah;


    1. Ia adalah hari raya/ hari besar yang berulang

    Maka tidak diperbolehkan puasa khusus pada hari itu, tanpa didahului oleh puasa sebelum maupun sesudahnya, Agar berbeda dengan Yahudi. Juga agar tubuh merasa kuat untuk melaksanakan ibadah pada hari Jum'at seperti shalat, do'a dan yang lainnya.

    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya hari Jum'at adalah 'ied (hari raya), maka jangan jadikan hari raya kalian untuk berpuasa, kecuali bila kalian puasa sebelum dan sesudahnya". (HR. Ahmad dalam al-Musnad 15/157, hadits 8012, syech Ahmad Syakir mengatakan: sanadnya shahih.

    2. Ia bertepatan dengan hari bertambahnya kenikmatan di sorga

    Yaitu hari saat seluruh penghuni sorga dikumpulkan di Lembah yang luas, dan dibuatkan bagi mereka mimbar-mimbar dari mutiara, emas, dan mimbar dari zamrud, dan permata diatas bukit pasir dari kasturi mereka lalu melihat Allah Subhanahu Wata'ala, dengan mata kepala mereka (nyata)..
    Dan orang yang paling cepat bertemu dengan Allah adalah mereka yang dulu juga bersegera datang ke masjid, yang paling dekat dengan Allah pada hari itu, adalah mereka yang dulu paling dekat (duduknya) dengan imam (pada hari Jum'at). (Zaadul Ma'aad 1/ 63,64).

    Dalam sebuah hadist panjang yang diriwayatkan oleh Anas, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, " ¡¦tidak ada kerinduan yang dirasakan oleh penduduk sorga melebihi kerinduan mereka kepada hari Jum'at, agar mereka dapat melihat Tuhannya Subhanahu Wata'ala, dan kemulian-Nya. Karena itu, hari itu disebut "yaumul mazid". (HR. Ibnu Abi Syaibah dan yang lainnya, lihat shahih at-targhib wa at-tarhiib (1/291)
    hadits 694.

    3. Pada hari itu ada saat dikabulkannya do'a.

    Yaitu saat dimana Allah akan memberikan apa saja yang diminta oleh hamba-Nya yang muslim. Di dalam kitab Shahih al-Bukhari Muslim terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallu 'anhu ia berkata : Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
    "Sesungguhnya pada hari Jumat ada waktu yang apabila seorang muslim shalat bertepatan dengannya lalu ia meminta kepada Allah maka akan dikabulkan permintaanya" dan Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengisyaratkan dengan tangannya bahwa waktu itu sebentar. (HR.Bukhari{891}dan Muslim{879})

    4. Membaca surat {aliflamim tanzil /surat As-sajdah}dan{hal ata 'alal insan /surat Al-insan), pada shalat subuh hari Jumat.

    Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga telah melakukan hal tersebut {HR. Bukhori {891} dan Muslim{879}}, Ibnu Taimiyah memberikan alasannya dengan mengatakan :
    "Sesungguhnya Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca surat ini pada shalat shubuh hari Jumat karena di dalamnya terkandung penjelasan peristiwa yang telah terjadi dan akan terjadi pada hari itu, kedua surat ini mengandung penjelasan tentang peciptaan Adam, tentang hari kebangkitan dan hari dikumpulkannya manusia di padang mahsyar yang semua itu terjadi pada hari jumat, membaca kedua surat ini pada hari Jumat dapat mengingatkan manusia akan peristiwa yang telah terjadi dan akan terjadi, sedangkan sujud tilawah pada shalat ini hanya sebagai ikutan bukan dimaksudkan sejak awal.

    Ibnu al-Qayyim berkata : banyak orang yang tidak mengerti mengira bahwa yang dimaksud dengan membaca surat sajdah adalah pengkhususan sujud tambahan untuk shalat fajar,dan mereka menamai sujud ini dengan sujud Jum'at, jika seseorang tidak membaca surat sajdah maka disunahkan membaca surat lain yang mengandung sujud.  {diantara ulama yang dapat dikutip pendapatnya demikian adalah Ibrahim An-nakha'i, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dari Ibrahim An-nakha'I melalui sanad yang dikuatkan oleh Ibnu Abi Syaiba bahwa Ibrahim An-nakha'i berkata, "Disunnahkan membaca pada shalat shubuh hari jumat surat yang mengandung sajdah." Melalui riwayat Ibnu Abi Syaibah juga bahwa ia {Ibrahim An-nakha'i} telah membaca surat Maryam.}

    Sedang melalui jalan Ibnu Aun ia berkata : mereka membaca pada shalat subuh hari jumat surat yang mengandung sajdah. Melalui riwayatnya ia menambahkan:
    saya bertanya kepada Muhammad -Ibnu Sirin- tentang hal itu { membaca surat yang mengandung sajdah} ia menjawab : "tidak apa-apa."
    Al-hafiz Ibnu Hajar mengatakan: hal ini telah dilakukan sebagian ulama Kufah dan Basrah, maka tidaklah pantas untuk mengatakanya batil { fathul bahri 2/440}}.
    Karena itu sebagian ulama memakruhkan membaca surat sajdah terus-menerus pada sholat subuh hari jumat untuk menghindari anggapan keliru orang-orang yang tidak mengerti {Zadul Ma'ad {1/375}} lihat juga pekataan Al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari{/439,440}.

    5. Disunnahkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada siang dan malam harinya.

    Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dari Anas:
    "Perbanyaklah shalawat pada hari Jum'at dan malam Jum'at." (HR Baihaqi dari Anas, dan dihasankan oleh Arnauth, dan ia juga terdapat dalam Silsilah al-Shahihah /1407).

    Dan dari Aus Radhiallahu 'anhu dia mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:
    "Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jum'at: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya:
    "wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau menjawab: "sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan) jasad para Nabi". (HR, "al-Khamsah" kecuali At-Tirmidzi, syech Al-bani mengatakan: sanadnya sahih, kitab: "fadhlu ashalatu 'ala an-Nabi", hal 35).

    Ibnu Al-qayyim berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah sebaik-sebaik makhluk, hari Jum'at adalah penghulunya hari, dan shalawat kepada Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada hari ini (Jum'at) adalah sebuah kekhususan untuk Beliau, di samping itu ada hikmah lainnya bahwa setiap kebaikan yang didapatkan oleh umat Beliau di dunia dan akhirat adalah melalui tangan Beliau, maka Allah mengumpulkan bagi umat Nabi Muhammad dua kebaikan dunia dan akhirat, dan karamah yang paling besar yang mereka dapatkan adalah pada hari Jum'at, karena pada hari itu mereka dibangkitkan menuju rumah dan istana-istana mereka di surga, hari Jum'at juga merupakan hari penambahan kebaikan bila mereka masuk surga, hari Jum'at merupakan hari raya buat mereka di dunia, pada hari itu Allah Subhanahu Wata'ala, memenuhi permintaan dan kebutuhan-kebutuhan mereka, yang meminta tidak akan ditolak, demikianlah, mereka mengetahuinya dan mendapatkannya karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka bersyukur, berterima kasih kepadanya dan memenuhi sedikit dari hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah dengan memperbanyak shalawat kepada Beliau pada hari ini dan malamnya. (Zaadul Ma'ad 1/376).

    6. Disunnahkan membaca surat Kahfi pada hari Jum'at dan malamnya.

    Dari Abu Sai'id Al-Khudry, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum'at maka dia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum'at" (HR. An-Nasai, al-Baihaqi, dan Hakim, serta disahihkan oleh al-Albani dalam kitab As-shahihah", 2651).

    Dalam riwayatnya yang lain:
    "Orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum'at, akan muncul cahaya dari bawah kakinya menjulang sampai ke langit yang meneranginya pada hari Kiamat, dan dia akan diampuni antara dua Jum'at" (HR. al-Hakim, al-Baihaqi, dan disahihkan oleh Arnauth, juga diriwayatkan oleh Ad-Darimy dalam musnadnya (mauquf) pada Abu Said dan para Rawinya seluruhnya terpercaya (tsiqaat), dan seperti ini tidak mungkin berasal dari pendapat mereka, jadi hukumnya adalah hukum "marfu'".
    Dan ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan: Sa'id bin mansyur menyebutkannya dari perkataan Abu Sa'id al-khudry seperti itu juga (zaadul maad 1/378). Ad-darimy meriwayatkannya dengan lafadz, "Orang yang membaca surat kahfi pada malam Jum'at dia akan diliputi cahaya antara dia dan baitul 'atiq."{Disahihkan oleh syekh al-Albany dalam kitab "shahihul jami' (6471)}.

    7. Boleh shalat pada tengah hari (saat matahari tepat diatas kepala) di hari Jum'at dan tidak boleh pada hari-hari lainnya.

    Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Abu 'Abbas Ibnu Taimiyah, berdasarkan hadits:
    "Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at, membersihkan badan dan bersuci, memakai minyak atau memakai wewangian, kemudian dia keluar (untuk shalat Jum'at), dia tidak memisahkan antara dua orang (tidak duduk diantara dua orang yang sudah duluan duduk, dengan memisahkan dua orang tersebut-pent), kemudian dia shalat sesuai dengan yang disyari'atkan, kemudian dia diam ketika Khatib berkhutbah, kecuali orang tersebut akan diampuni dosanya antara Jum'at tersebut dengan Jum'at yang akan datang. (HR. Bukhari, 2 /308,309).
    Ibnu Qayyim mengatakan: dia boleh shalat sesuai yang telah dianjurkan, tapi dia tidak dianjurkan shalat ketika Imam telah keluar dari tempatnya untuk berkhutbah. (Zaadul Ma'ad, 1/378).

    8. Perbuatan baik yang dilakukan pada hari itu mendapat balasan khusus, dibandingkan hari-hari yang lainnya.

    Dari Abu Sa'id al-Khudry ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Lima perbuatan (amal), bila dilakukan oleh seseorang dalam suatu hari, Allah Subhanahu Wata'ala akan menulisnya sebagai penghuni sorga: menjenguk orang sakit, melayat jenazah, berpuasa satu hari, menunaikan shalat Jum'at, dan memerdekakan budak". (HR, Ibnu Hibban dalam shahihnya, 713, dan dishahihkan oleh al-Albany dalam kitab "Silsilatu Al-Ahadits As-Shahihah" (As-shahihah)

    Ibnu Qayyim mengatakan, "Yang ke dua puluh tiga: hari Jum'at adalah hari yang disunnahkan padanya meluangkan waktu untuk beribadah, ia mempunyai keistimewaan dibandingkan hari-hari yang lainnya dengan berbagai macam ibadah yang wajib maupun yang sunnah, Allah Subhanahu Wata'ala telah menjadikan bagi setiap millah (agama) satu hari khusus untuk beribadah, dengan mengeyampingkan urusan duniawi, sedang hari Jum'at adalah hari ibadah, ia dibandingkan hari-hari yang lainnya seperti bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya dan didalamnya terdapat saat dikabulkannya semua permohonan, bagai malam lailatur qadar, karena itu orang yang benar Jum'atnya dan selamat, maka akan selamat hari-harinya, orang yang benar ramadhannya dan selamat, maka akan selamat tahun-tahun yang dilaluinya, orang yang benar ibadah hajinya dan selamat, maka akan selamat sisa-sisa umurnya. Hari Jum'at merupakan barometer mingguan, Ramadhan barometer tahunan, dan ibadah haji adalah barometer kehidupan¡¦" (Zaadul Ma'ad 1/398).

    Dalam kesempatan yang lain, beliau menyebutkan:
    "Yang ke dua puluh lima: bersedekah pada hari itu punya kekhususan dibanding hari-hari yang lainnya, seperti kekhususan bersedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan yang lainnya. Saya menyaksikan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -semoga Allah mensucikan jiwanya- bila hendak berangkat melaksanakan ibadah Jum'at, beliau membawa roti dan yang lainnya yang ia miliki, kemudian beliau menyedekahkannya secara diam-diam ¡¦Zaadul Ma'ad 1/407).

    Dan disebutkan dalam kitab al-Mushannaf, dari Ibnu 'Abbas dari Ka'ab tentang hari Jum'at: "dan sedekah pada hari itu paling mulia¡¦ibandingkan dengan hari-hari yang lainnya." (Almushannaf 5558, Arnaauth mengatakan perawinya orang-orang yang terpercaya (tsiqaat), dan isnadnya shahih).

    9. Pada hari itu akan terjadi hari kiamat, alam semesta akan digulung dan dunia akan hancur, manusia akan dibangkitkan, dan digiring ketempat mereka di sorga atau neraka, pada hari ini seluruh makhluk merasa takut kecuali manusia dan jin.

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Sebaik-baik hari selama matahari masih terbit adalah hari Jum'at, pada hari itu Adam diciptakan, diturunkan ke bumi, pada hari itu tobatnya diterima, dan pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu kiamat akan terjadi, tidak ada satu-pun makhluk melata di muka bumi kecuali bersuara pada hari Jum'at dari mulai subuh sampai terbitnya matahari mereka takut (was-was) akan terjadinya kiamat, kecuali manusia dan jin¡¦. (HR. Abu Daud 1046, At-Tirmidzi 491, An-Nasa'i 1430, disahihkan oleh Arnauth dan yang lainnya.

    10. Orang yang berjalan untuk sholat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasanya.

    Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
    "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

    11. Neraka jahannam dinyalakan setiap hari, kecuali hari Jum'at, sebagai penghormatan terhadap hari ini. (Zadul Ma'ad: 1/387).

    12. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Amru ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:
    "Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

    13. Hari Jum'at merupakan hari "As-Syahid",

    Allah Subhanahu Wata'ala bersumpah dengannya, dalam surat Al-Buruuj ayat:3. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. (QS. Al-Buruuj (85):1-3)

    Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Al-yaumul mau'ud adalah hari kiamat, al-yaumul mayshuud adalah hari 'arafah dan As-Syahid adalah hari Jum'at. (HR At-Tirmidzi 3336 dalam kitab at-Tafsir, beliau berkomentar bahwa hadits ini adalah hadits hasan gharib, yang hanya berasal dari Musa bin 'Ubaidah, ia didhaifkan oleh Yahya bin Said dan yang lainnya).

    14. Shalat Jum'at

    Ia merupakan keistimewaan yang paling agung untuk hari ini.
    Ibnu al-Qayyim mengatakan: "Keistimewaan yang ketiga adalah: shalat Jum'at, salah satu kewajiban yang amat penting dalam Islam dan merupakan salah satu momen besar berkumpulnya kaum muslimin, lebih besar dari momen-momen yang lainnya kecuali momen 'Arafah. Orang yang meninggalkannya karena menganggap enteng dan malas-malasan, Allah akan mencap dan menutup hatinya, dan dekatnya penghuni sorga pada hari kiamat dari Allah Subhanahu Wata'ala, dan kemenangan mereka untuk datang pada yaumul mazid tergantung kepada dekatnya orang tersebut pada hari Jum'at dari Imam serta kesegeraan datangnya ke masjid." (zaadul ma'ad 1/376)


    Selengkapnya...