Senin, 27 April 2015

Persyaratan untuk menjadi penerima Djarum Beasiswa Plus Tahun 2015/2016

UMUM :

    1. Sedang menempuh Tingkat Pendidikan Strata 1 (S1 Universitas) / Diploma 4 (D4 Politeknik) pada semester IV dari semua disiplin ilmu.
    2. IPK minimum 3.00 pada semester III.
    3. Dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 hingga akhir semester IV.
    4. Aktif mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar Kampus.
    5. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
    6. Mengisi Form Pendaftaran online di website ini.

  • ADMINISTRASI :
    1. PDF dari form pendaftaran online
    2. Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater.
    3. Fotocopy Kartu Mahasiswa.
    4. Transkrip Nilai sampai semester III yang telah dilegalisir.
    5. Surat keterangan aktif organisasi / Fotocopy sertifikat kegiatan organisasi yang pernah diikuti / Fotocopy Sertifikat Prestasi yang dimiliki.
    6. Surat keterangan dari kampus (Rektorat atau Fakultas )tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

  • PENDAFTARAN : 1 April 2015 - 31 Mei 2015
  • Daftar Perguruan Tinggi Program Djarum Beasiswa Plus
  •  
  • TES SELEKSI : 8 Juni 2015 - 23 Agustus 2015
  •  
  • VERIFIKASI : 24 Agustus 2015 - 30 Agustus 2015Memastikan kandidat yang lolos tes seleksi dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 pada akhir semester IV.
  •  
  • PENGUMUMAN : 31 Agustus 2015
    Dapat dilihat di website ini dan juga tersedia di Bagian Kemahasiswaan Kampus.  
  •  
  • MASA AKTIF : 1 September 2015 - 31 Agustus 2016
Selengkapnya...

Rabu, 22 April 2015

FKIP Unswagati Ikuti Lomba Peringatan Hari Kartini

CIREBON – Peringatan hari kartini 21 April tahun ini tidak dilewatkan oleh pengurus IKU (Ikatan Keluarga Unswagati), Semua Anggota IKU diwajibkan mengenakan pakaian tradisional adat (kebaya) pada hari Selasa (21/4). Tidak hanya itu pengurus IKU juga menggelar beberapa perlombaan dalam peringatan hari kartini tahun ini.

Lomba cerdas cermat tentang kartini mengawali kegiatan lomba yang diselenggarakan pengurus IKU, dilanjutkan dengan lomba merias tumpeng yang diikuti oleh seluruh fakultas di lingkungan Unswagati termasuk FKIP yang diketuai oleh Ibu Hj. Sobihah Rasyad, Dra., M.Pd. beraneka ragam tumpeng yang disajikan dengan pengerjaan yang heboh yang menjadi kebiasaan ibu-ibu ikut memeriahkan pelaksanaan lomba.

Pemilihan ratu kebaya yang penilaiannya dilakukan selama pelaksanaan lomba merupakan kategori lomba terakhir yang dilaksanakan pada peringatan hari kartini tahun ini.
Kegiatan peringatan hari kartini yang diselenggarakan di aula Graha Widya Sabha Kampus 1 Unswagati ditutup secara resmi oleh Rektor Unswagati yang diakhiri dengan makan bersama tumpeng hasil kreasi para peserta. (pei).



Selengkapnya...

Minggu, 29 Maret 2015

Kabupaten Cirebon Darurat Guru


CIREBON – Kabupaten Cirebon darurat guru karena kurangnya jumlah guru. Sedikitnya 1.989 guru kelas untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih dibutuhkan untuk tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cirebon.

Termasuk guru mata pelajaran PAI dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang berstatus PNS masih kurang.
“Tidak hanya di tingkat SD, untuk tingkat SMP, kita juga kekurangan guru mata pelajaran sebanyak 500 orang, sementara ada kelebihan guru mata pelajaran non-PNS sebanyak 340 orang,” kata Kadisdik Kab Cirebon, Asdulah Anwar saat menghadiri konsultasi publik program penataan dan pemerataan guru Kabupaten Cirebon bersama USAID di Ruang Paseban, Kamis (26/3).
Sementara untuk tingkat SD, Asdullah mengaku pihaknya masih membutuhkan ribuan guru. Dan persoalan ini pun akan dilaporkan pada Bupati Cirebon untuk kemudian dicarikan solusinya.
“Insyaallah nanti akan saya laporkan kepada bupati untuk persoalan ini dan harus dipecahkan bersama,” lanjutnya.
Dengan adanya bantuan dari USAID ini, kata Asdullah cukup membantu dan mendorong percepatan penataan dunia pendidikan.
“Memang untuk persoalan ini diperlukan adanya pengkajian dan penataan, dan dengan adanya program USAID ini sangatlah tepat untuk mempercepat penataan guru dan dunia pendidikan,” sambungnya.
Selain kekurangan guru, pemerintah Kabupaten Cirebon juga akan melakukan merger sekitar 86 sekolah dasar yang siswanya kurang dari 100 siswa.
Menurutnya, merger tersebut mengacu pada aturan yang ada, untuk tingkat sekolah dasar diketahui terdapat 86 sekolah dengan jumlah siswa di bawah 20 orang per rombongan belajar (rombel).
“Ada sekitar 86 sekolah dengan jumlah siswa di bawah 20 orang dalam satu rombel dan ini harus dimerger,” katanya.
Sementara itu, Koordinator USAID Provinsi Jawa Barat, Erna Inawati mengatakan, USAID akan melakukan analisis mengenai kebutuhan dan kondisi eksisting guru di Kabupaten Cirebon.
Pihaknya pun sangat mendorong kepala dinas untuk mengambil kebijakan sesuai dengan data yang ada.
“Berdasarkan analisis secara umum, SD kekurangan guru kelas dengan status PNS. Kalaupun ada penambahan guru honor tapi tetap kurang dan ini yang harus diatur oleh Dinas Pendidikan,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya tidak bisa memberikan kebijakan karena kebijakan ini hanya kewenangan kepala daerah.
Dan pihaknya hanya sebatas memberikan masukan dan melakukan anilisis dilapangan dengan data-data yang akurat.
“Data itu perlu, karena data ini sebagai acuan kepala dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan,” katanya. (SHN)


Sumber : http://edukasi.fajarnews.com/read/2015/03/27/2125/kabupaten.cirebon.darurat.guru

Selengkapnya...

Kamis, 26 Maret 2015

FKIP Unswagati Mengajar di Udara




CIREBON – Mengajar merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unswagati Cirebon, demikian pula halnya prodi pendidikan Bahasa Inggris. Sebelum mahasiswa melewati wisuda kesarjanaan mereka terus digebleng dalam hal menyampaikan materi / mengajarnya, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Walaupun lulusan FKIP tidak selamanya harus menjadi seorang guru.


Media radio (RRI Pro 1 Cirebon) dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris untuk mengajarkan bahasa Inggris di udara. Pengajaran bahasa Inggris yang dikemas melalui siaran radio merupakan langkah pengajaran yang inovatif, hal ini disebabkan jangkauan dari siaran radio (RRI) sangat luas sehingga diharapkan banyak masyarakat yang terbantu dengan program yang dilaksanakan ini.

Hari rabu setiap pekannya merupakan waktu para mahasiswa bahasa Inggris untuk melakukan siaran di Pro 1 RRI Cirebon yang berlamat di jalan Brigjen Darsono no 22 Cirebon, berbagai tema disajikan dalam setiap siarannya,  para mahasiswa pendidikan bahasa inggris menjadi pengisi acaranya.

Pengajaran yang dilakukan menggunakan media radio ini diharapkan menjadikan para mahasiswa kreatif dalam mengambangkan pola pengajaran terhadap ilmunya masing-masing dan menjadi tantangan tersendiri. Selain itu siaran tidak hanya dapat dilakukan oleh prodi pendidikan bahasa inggris saja, melainkan seluruh prodi yang ada di FKIP Unswagati Cirebon.

Melihat peluang demikian, maka pihak Fakultas (FKIP) sedang mencoba mengadakan kerjasama secara resmi dengan pihak RRI Cirebon. Sehingga prodi yang lain dapat ikut berpartisipasi dalam program pengajaran di udara ini (pei).
Selengkapnya...