Senin, 13 Juli 2015

MULAI TAHUN 2016, PEMERINTAH MERUBAH SISTEM REKRUTMEN CPNS GURU !!

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat malam bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua.
Mulai tahun 2016 Kemendikbud dan KemenPAN-RB merubah sistem rekrutmen CPNS Guru. Syarat untuk menjadi guru PNS .wajib mengikuti program sarjana mengajar di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (SM3T) serta pendidikan asrama.
Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirdiktendik) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Supriadi Rustad mengatakan, pada prinsipnya sarjana guru yang ingin melamar menjadi PNS wajib lulus program pendidikan profesi guru (PPG).
Nah programPPG ini wujudnya adalah praktek mengajar di daerah pedalaman (SM3T) dan pendidikan di asrama.
Supriadi menuturkan selama ini untuk menjadi PNS guru tidak ada seleksi. “Yang ada seleksi CPNS baru. Bukan seleksi guru,” katanya di sela pembukaan pameran foto aktifitas guru SM3T di kantor Kemenristekdikti tadi malam.
Celakanya lagi ada orang yang memilih jadi guru, karena tidak diterima melamar kerja di mana-mana. Sehingga di lapangan banyak guru PNS yang bekerja tidak dengan kualifikasi sebagai seorang guru professional. Ujungnya proses pembelajaran tidak berjalan dengan baik.
Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu mengatakan, calon guru PNS harus orang-orang hebat.
“Dengan digembleng dulu dalam program SM3T dan kemudian pendidikan diasramakan,” tandasnya. Program SM3T ditambah dengan pendidikan asrama ini dijalankan calon guru selama dua tahun.
Melalui cara ini, Supriadi mengatakan jebolan program PPG tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik atau keilmuan guru semata. Tetapi juga memiliki kompetensi kepribadian dan kepedulian sosial.
“Ketika sudah masa pendidikan asrama, juga bukan berarti enak-enakan saja,” katanya. Calon guru pada tahap ini dilatih disiplin waktu yang ketat.
Dengan sistem baru rekrutmen guru ini, maka pemerintah akan memetakan kebutuhan guru baru secara nasional. Kemudian Kemenristekdikti melalui kampus lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) membuka seleksi peserta PPG. Jumlah yang diterima PPG ini disesuaikan dengan kebutuhan nasional.
Sarjana pendidikan maupun sarjana non pendidikan, seperti lulusan politeknik, boleh mendaftar seleksi PPG. Khusus untuk sarjana program diploma IV dari politeknik, diproyeksikan menjadi guru produktif di SMK sesuai dengan bidangnya.
Menurut Supriadi sistem baru rekrutmen guru ini mendapat sambutan positif dari kepala daerah. Sejumlah kepala daerah yang ketempatan atau menjadi tuan rumah SM3T, membuka formasi PNS guru untuk alumni SM3T. Supriadi mengatakan meskipun program SM3T ini dijalankan oleh pemerintah pusat, status guru PNS tetap ada di pemerintah daerah setempat.
Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir mendukung program baru rekrutmen CPNS guru. Dia mengatakan program SM3T benar-benar menggembleng calon guru. “Mereka tidak hanya menunggu siswa datang ke sekolah. Tetapi sampai menjemput siswa di rumah-rumah supaya mau ke sekolah,” ujar mantan rektor Universitas Diponegoro itu.
Mendikbud Anies Baswedan juga mengisyaratkan perlu ada reformasi rekrutmen guru. Menurutnya selama ini rekrutmen guru begitu longgar. Siapa saja bisa menjadi guru, tanpa ada seleksi kompetensinya. Ujungnya pemerintah kesulitan dalam proses pembinaan dan pengawasannya. Dia sepakat jika rekrutmen guru diperketat dengan mendapatkan guru-guru yang berkualitas.
(dilansir dari situs : JPNN.COM)
Selengkapnya...

Rabu, 24 Juni 2015

Anak Buruh Miskin, Devi Lulusan dengan IPK 3,99

SOLO, (PRLM).- Nama Devi Triasari yang tertulis di ijazahnya, barangkali tidak mengesankan bahwa si pemilik nama hanyalah seorang gadis anak keluarga kurang mampu asal kota kecil Ngawi, Jawa Timur. Namun gadis hitam manis kelahiran 19 Desember 1991 itu, tidak mau kalah dari anak-anak orang berada dan dia memiliki prestasi seindah namanya.
Betapa tidak. Devi Triasari yang secara ekonomi serba dalam keterbatasan dan datang dari keluarga miskin di pedesaan, berhasil menorehkan prestasi luar biasa.
Dia menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (FH-UNS) Solo, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yaitu 3,99 hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Berkat prestasi akademik setinggi itu untuk ukuran seorang mahasiswa strata satu, Devi Triasari layak menyandang predikat sebagai sarjana lulusan terbaik dan dengan masa studi tercepat.
Padahal, sosok intektual muda harapan masa depan itu, awalnya bukan berasal dari SMA yang memang bercita-cita meneruskan kuliah di universitas.
Sewaktu mendaftar di UNS, dia merupakan salah seorang calon mahasiswa yang berbekal ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Ngawi.
"Saya lulus dari SMK Negeri 1 Ngawi tahun 2010. Tapi saya tidak langsung melanjutkan kuliah, karena bapak dan ibu saya tidak mampu membayar biaya kuliah. Sejak lulus SMK saya mendapat pekerjaan di bagian administrasi sebuah perusahaan kontraktor di Magetan. Selama setahun lebih saya bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Karena bapak saya hanya sebagai buruh dan ibu pembantu rumah tangga," ujarnya Devi lugu, didampingi ibunya, Ny. Karinem, seusai wisuda sarjana UNS, pekan lalu.
Dalam serba keterbatasan, Devi Triasari tetap menjaga semangatnya untuk dapat melanjutkan kuliah. Sambil bekerja itu, Devi bahkan menyatakan tetap memupuk keinginan besar untuk mengangkat derajat kehidupan keluarganya.
"Saya berpikir, untuk mengubah kehidupan kami yang serba terbatas perlu pendidikan tinggi. Akhirnya, setahun berikutnya saya mencoba mencari tempat kuliah yang tanpa mengeluarkan biaya. Kebetulan waktu itu ada pembukaan pendaftaran beasiswa Sampoerna dan saya pun mendaftar. Di luar dugaan, saya termasuk yang diterima, tapi akhirnya saya memutuskan tidak mengambilnya. Saya tetap pada keinginan kuliah dan saya mendaftar ke UNS melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun 2011. Saya lulus dan diterima di Fakultas Hukum," tutur Devi dengan bahasa yang tertata. (Tok Suwarto/A-88)***
Selengkapnya...

Murid Lebih Cerdas di Sekolah yang Hijau

PRLM - Ingin mempunyai anak yang lebih pintar? Tanamlah lebih banyak pohon, rumput, dan belukar.
Penelitian baru dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mengatakan murid-murid sekolah dasar yang belajar di sekolah-sekolah yang dikelilingi lingkungan hijau memiliki fokus dan daya ingat yang lebih baik daripada anak-anak yang belajar di lingkungan yang kurang ada tumbuhan.
Penelitian itu dilakukan terhadap 2.000 siswa berusia antara 7 dan 10 tahun di Barcelona, Spanyol.
Para pakar mengatakan penyebabnya adalah lebih sedikitnya kendaraan dan polusi, baik udara maupun suara, di sekitar sekolah, dan bahwa taman-taman dan lapangan rumput mendorong kegiatan fisik yang lebih banyak. (voa/A-88)***
Selengkapnya...

Selasa, 23 Juni 2015

Mahasiswa FKIP Unswagati yang lolos seleksi SM3T angkatan V tahun 2015

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia
  1. Bambang Tori 110050030
  2. Elen Elinda 110050085
  3. Khomairoh 110050086
  4. Ali 110050109 5
  5. Okhy Arief Wahyudin 110050117
  6. Muhammad Saddam Husein 110050145
  7. Ono Darsono Dahuri 110050163
  8. Saeful Mustakim 110050212
  9. Mohammad Yazid Ruqash 110050213
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
  1. Gesty Vriska Septianita 110060349
  2. Umarah Muhadharah 110060449
  3. Riri Rismayantini 110060522
  4. Mia Amaliah 110060545
Prodi Pendidikan Matematika
  1. Susi Susanti 109070111
  2. Tri Kurnia Wulandari 109070125
  3. Asep Abdul Rohman 110070145
  4. Lian Yustriatin 110070189
  5. Erlita Wuryandari 109070201
  6. Astri Fitria Nur’ani 110070211
  7. Winda Indriani Nurillah 110070213
  8. Ikin Sodikin 110070216
  9. Lia Meilani 110070221
  10. Wahyuni Miftahani 110070277

Tahap Selanjutnya
20 – 23 Juni 2015 Tes Online di UPI
27 Juni 2015 Pengumuman hasil tes seleksi dan undangan wawancara di LPTK
3 – 5 Juli 2015 Seleksi Wawancara di LPTK dan prakondisi
Selengkapnya...