Jumat, 13 Mei 2011

Apakah Aktifitas kita bernilai Ibadah?

Oleh : Abu Hanifah. H
Mungkin kita bertanya kenapa pertanyaan di atas timbul dan apakah benar semua aktivitas kita bernilai pahala sampai hal-hal yang sepele ? Sudah menjadi sunatullah bahwa semua makhluk di jagat raya ini bergerak mengikuti rotasi kehidupan baik itu benda mati maupun hidup. Dan manusia dengan keutamaan penalarannya (baca-akal) mampu mengewenjatahkan sunatullah ini dengan beragam aktivitas kehidupan untuk menopang kehidupannya.

Pengedepanan akal sebagai standar melakukan aktivitas memberikan dampak positif bagi manusia namun lebih banyak memberikan dampak negatifnya. Disinilah peranan agama yang membingkai akal didalam memformat aktivitas kehidupan dengan norma-norma Ilahi sehingga tidak keluar dari jalur penciptaannya.
'Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS. 6:162)

Aktivitas akan dikatakan bernilai ibadah bila memiliki dua pondasi utama, yaitu:
Menghadirkan dan meluruskan niat didalam segala aktivitas karena Allah swt. “sesunguhnya amal itu tergantung niatnya...”

Selaras dengan Syare'at ( Al Qur`an dan Sunah ). ' barang siapa yang melakukan suatu aktivitas yang tidak diatur oleh urusan kami ( agama ) maka aktivitas itu tertolak.
Dua pondasi ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Seorang 'abid haramain, Fudail bin 'Iyad berkata : 'Sesungguhnya amal bila dikerjakan dengan ikhlas karena Allah tapi tidak benar menurut tuntunan Al Qur`an dan As Sunah maka tertolak, sebaliknya amal yang dikerjakan dengan benar tapi tidak diiringi keikhlasan maka akan tertolak juga'.

Dari pengutaraan Fudail bin 'Iyad diatas menjelaskan bahwa segala aktivitas yang manusia lakukan tidak akan diterima oleh Allah yang berarti tidak bernilai ibadah bila tidak menyertakan dua pondasi diatas. Suatu aktivitas yang bermanfaat baik bagi individu, masyarakat serta negara yang dilakukan seorang muslim merupakan kontribusi terbaik bagi kebangkitan peradaban Islam bahkan menunjukan kredibilitas keiltizamannya terhadap Islam sebagaimana sabda Rosulullah : 'Sebagian dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu aktivitas yang tidak berguna baginya'. H.R. Tirmidzi.

Oleh karena itu marilah kita mulai aktivitas kita dengan ikhlas dan mengikuti petunjuk Ilahi !! jauhilah segala aktivitas yang tidak memberikan manfaat serta menyia-yiakan waktu dan umur, bukankah Imam Syahid Hasan Al Banna pernah berwasiat pada kita,'Kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang anda miliki. Maka bantulah orang lain supaya memanfaatkan waktunya untuk menunaikan kewajibannya'.
Wallu'alam bish showab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar